Desa Bone-Bone merupakan sebuah desa terpencil yang terletak di
lereng Gunung Latimojong di ketinggian 1.500 meter di atas permukaan laut.
Kampung ini dihuni kurang lebih 801 jiwa yang menempati rumah-rumah panggung.
Luas Desa sekitar 800 hektar. Kampung Bone-Bone termasuk ke dalam wilayah Desa
Bone-Bone (Setelah dipecah dari Desa Pepandingan), Kecamatan Baraka, Kabupaten
Enrekang, Sulawesi Selatan. Desa Bone-Bone berlokasi di kaki Gunung Latimojong,
1.500 meter dari permukaan laut. Kampung Bone-Bone terletak sekitar 300
kilometer sebelah utara Kota Makassar. Untuk mencapai kampung ini, dari Kota
Makassar cukup melewati Ibukota Enrekang, kemudian menuju ke Kecamatan Baraka.
Dari Kecamatan Baraka menuju ke Desa Bone-Bone, perjalanan dapat ditempuh
dengan menggunakan kendaraan roda empat maupun roda dua dengan jarak tempuh
sekitar 50 kilometer.
Pemandangan nan elok terhampar dihadapan desa tersebut hamparan
hijau sawah dan hutan yang masih rimbun. Rumput
hijau yang tumbuh di tanah Bone-bone akan menemani setiap langkah kaki Anda
sebagai karpet alam. Di pagi hari sering
diselingi kabut-kabut asap yang siap membuat siapa saja merasa kedinginan dan
terlihat nikmat jika saat itu menghirup sebatang rokok yang dapat menghangatkan
badan. Tapi semenjak tahun 2003 warga desa ini secara berangsur membuang jauh
asap-asap rokok dari kehidupan mereka. Dari
mulai warga desa, pejabat desa, pelancong maupun aparatur negara yang
berkunjung kesana dilarang untuk merokok. Di desa ini banyak selogan selogan
untuk tidak merokok seperti "Jagalah Jantung Anda Agar Tetap Sehat",
atau "Nikmati Indahnya Pemandangan dan Segarnya Udara Dusun Kami".
Alhasil semenjak desa ini melarang siapa saja untuk merokok tidak
ada warga desa yang terserang penyakit batuk berdahak. Tak heran jika Bone-bone
dijuluki sebagai 'Dusun Sehat'

Tidak ada komentar:
Posting Komentar